Evans : Van Gaal Seorang Pelatih Yang Sungguh Disiplin

Bek Manchester United Jonny Evans, menyatakan tak ada satu hal pun di timnya yang tidak diubah oleh pelatih baru, Louis van Gaal. 
“Menurutku, semua hal dalam tim sekarang semuanya lebih mendetail ketika sesi latihan. MU telah melakukan investasi besar dan beberapa rekan tim telah melihat kamera definisi tinggi di sekitar lapangan. Kami menggunakan sistem ini supaya ia bisa melihat kami di lapangan,” kata Evans.
“Pengawasan yang diakukan pelatih Van Gaal seperti ini adalah hal baru untuk semua pemain. Sebelumnya, selama kami menang, segalanya akan baik-baik saja. David Moyes akan menonton banyak video pertandingan sehingga kami mendapatkan pengalaman kecil dari musim lalu. Sekarang, kami melihat segalanya dalam detail yang lebih besar.”
“Itulah standar yang ia tetapkan bagi tim kami. Standar itu berlaku untuk segalanya, mulai dari pakaian yang anda pakai sampai waktu makan dan semua makan bersama. Ia akan segera mengucapkan selamat kepada anda ketika anda bermain dengan baik. Ia juga tak segan-segan untuk mengeluarkan kritikan kepada anda ketika anda melakukan kesalahan,” tutur Evans.
Van Gaal resmi menjadi pelatih MU usai membawa tim nasional Belanda menjadi peringkat ketiga dalam gelaran Piala Dunia 2014 Brasil. Van Gaal menggantikan David Moyes, yang sebenarnya baru saja direkrut mU untuk menggantikan peran Ferguson pada 1 Juli 2013, namun setelah penampilan MU semaakin memburuk membuat Moyes harus rela dipecat pada tanggal 22 April 2014, sebelum musim berakhir.
Moyes dipecat karena MU kesulitan bersaing masuk zona Liga Champions. Setelah Moyes pergi, Ryan Giggs diangkat menjadi pelatih sementara hingga akhir musim. Namun, MU akhirnya merebut tiket Liga Champions. Mereka mengakhiri Premier League musim lalu di peringkat ketujuh. 
Bersama Van Gaal, MU telah melakoni empat pertandingan persahabatan dengan rekor tidak pernah kalah. Setelah menang 7-0 atas LA Galaxy (24/7/2014), MU menang 3-2 atas AS Roma. Kemudian, mereka memenangi adu penalti melawan Inter Milan, setelah kedua kubu bermain 0-0 (30/7/2014) dan yang terakhir MU berhasil tundukkan Madrid 3-1 (3/8/2014). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

alt=